Written by: Shalsabilla Jana | Publish Date: 28 Oktober 2025
Sistem rem tangan mobil menjadi salah satu komponen untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Banyak pengendara menganggap rem tangan hanya digunakan saat parkir, padahal fungsinya lebih luas dari itu. Untuk memahami lebih dalam, mari kita bahas bagaimana rem tangan bekerja, peran utamanya, serta kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya.
Memahami sistem rem tangan mobil sangat penting agar Anda bisa menggunakannya dengan benar dan mencegah terjadinya masalah. Selain itu, dengan mengetahui cara kerja dan waktu penggunaan yang tepat, Anda bisa menjaga umur komponen rem tetap panjang serta meningkatkan keselamatan berkendara.
Fungsi sistem rem tangan yang paling utama adalah menahan mobil agar tetap diam ketika terparkir atau berhenti di permukaan jalan yang miring. Berbeda dengan rem utama (foot brake) yang berfungsi menghentikan kendaraan saat berjalan, rem tangan bekerja untuk mengunci roda dalam posisi diam.
Jika Anda memarkir mobil di jalan miring tanpa menarik rem tangan, mobil bisa bergerak sendiri karena gaya gravitasi, yang bisa menyebabkan kerusakan atau bahkan kecelakaan. Dengan menarik rem tangan, roda terkunci sehingga mobil tetap diam meskipun terkena angin, getaran, atau dorongan ringan. Dengan begitu rem tangan juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas kendaraan saat parkir.
Selain itu, rem tangan juga berperan penting sebagai rem darurat. Dalam kondisi ekstrem, seperti ketika rem utama gagal berfungsi rem tangan dapat digunakan untuk membantu memperlambat laju kendaraan secara bertahap. Meski tidak sekuat rem utama, setidaknya rem tangan mampu membantu mengontrol kecepatan dan memberikan waktu bagi pengemudi untuk mencari tempat aman berhenti.
Pada dasarnya, sistem rem tangan bekerja dengan prinsip penguncian mekanis atau elektrik terhadap roda belakang kendaraan. Ada dua jenis utama rem tangan yang digunakan pada mobil saat ini: rem tangan mekanis (manual) dan rem tangan elektrik (electric parking brake).
Rem tangan manual merupakan sistem yang paling umum digunakan pada mobil konvensional. Sistem ini menggunakan tuas yang terhubung dengan kabel baja ke roda belakang. Saat tuas rem tangan ditarik, kabel akan menegang dan menarik mekanisme pengunci di dalam tromol atau kaliper rem cakram. Proses ini menekan Kampas Rem mobil ke permukaan tromol atau cakram, sehingga roda terkunci dan mobil tidak bisa bergerak.
Kelebihan dari sistem ini adalah strukturnya sederhana dan mudah diperbaiki. Namun, karena bekerja secara mekanis, rem tangan manual membutuhkan perawatan rutin agar kabel tidak kendur atau berkarat. Jika kabel terlalu longgar, rem tangan tidak akan mampu mengunci roda dengan sempurna. Sebaliknya, jika terlalu kencang, dapat menyebabkan Kampas Rem bergesekan terus-menerus dan mempercepat keausan.
Mobil modern kini banyak dilengkapi dengan sistem electric parking brake, yang menggantikan tuas tradisional dengan tombol. Saat tombol ditekan, motor listrik kecil akan mengaktifkan aktuator yang menekan Kampas Rem pada roda belakang. Proses ini dikontrol secara elektronik dan lebih praktis dibandingkan sistem manual.
Salah satu keunggulan EPB adalah dilengkapi fitur tambahan seperti Auto Hold, yang secara otomatis mengaktifkan rem tangan saat mobil berhenti di lampu merah dan melepaskannya kembali ketika pedal gas diinjak. Sistem ini membuat pengemudi lebih nyaman, terutama di lalu lintas padat atau jalan menanjak. Meskipun teknologi ini lebih canggih, perawatannya membutuhkan peralatan khusus karena sistemnya dikontrol oleh komputer mobil.
Meskipun tampak sederhana, penggunaan rem tangan yang benar sangat penting agar sistem ini berfungsi maksimal dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Berikut adalah beberapa situasi di mana rem tangan mobil harus digunakan:
Ketika Anda memarkir mobil di tanjakan atau turunan, pastikan untuk selalu menarik rem tangan agar mobil tidak bergerak karena pengaruh gravitasi. Sebagai tambahan keamanan, posisikan roda depan sedikit berbelok ke arah trotoar (saat menurun) atau menjauh dari trotoar (saat menanjak).
Ketika mobil diparkir dalam waktu lama, misalnya semalaman atau lebih, menarik rem tangan membantu menjaga posisi mobil tetap stabil. Hal ini mencegah tekanan berlebih pada transmisi, terutama pada mobil bertransmisi otomatis. Dengan rem tangan aktif, beban kendaraan akan tertahan oleh sistem rem, bukan oleh gigi transmisi.
Dalam kondisi ini, Anda dapat menarik rem tangan untuk mencegah mobil mundur sebelum melanjutkan perjalanan. Setelah pedal gas diinjak dan tenaga mesin mulai mendorong kendaraan, lepaskan rem tangan perlahan. Teknik ini sering digunakan oleh pengemudi pemula agar mobil tidak meluncur mundur di tanjakan.
Rem tangan bisa menjadi penyelamat saat rem utama gagal berfungsi. Misalnya, jika pedal rem terasa blong karena kebocoran minyak rem, Anda dapat menarik rem tangan secara bertahap untuk memperlambat laju mobil. Lakukan dengan hati-hati, jangan menarik tuas rem tangan terlalu cepat, karena bisa membuat roda belakang terkunci dan kendaraan kehilangan kendali.
Setelah mengetahui betapa pentingnya sistem rem tangan mobil, Anda harus memastikan kondisinya selalu prima. Lakukan pemeriksaan rutin, seperti mengecek ketegangan kabel, memastikan tuas atau tombol bekerja dengan baik. Selain itu, memeriksa kondisi Kampas Rem belakang juga tidak boleh dilewatkan karena Kampas Rem menjadi penopang utama kinerjanya.
Untuk menjaga performanya tetap optimal, pastikan Anda selalu menggunakan Kampas Rem berkualitas tinggi dari Somuito yang dirancang dengan material unggulan, tahan lama, dan mampu memberikan daya cengkeram maksimal.
Dapatkan melalui dealer resmi PT. Anugerah Idealestari. Kami memiliki jaringan cabang yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, hingga Makassar. Cek daftar distributor Kampas Rem mobil terdekat dengan lokasi Anda, atau klik banner di bawah ini untuk menghubungi Customer Service Somuito
© 2025 Somuito. All Rights Reserved.