5 Tanda Minyak Rem Mobil Habis yang Wajib Anda Waspadai

tanda minyak rem mobil habis

Written by: Shalsabilla Jana | Publish Date: 03 Desember 2025


Menjaga sistem pengereman mobil dalam kondisi optimal adalah hal yang sangat penting untuk keselamatan berkendara. Salah satu komponen yang sering diabaikan adalah minyak rem, padahal cairan ini memegang peranan penting dalam proses pengereman. Ketika volume minyak rem menurun, performa rem bisa menurun drastis dan membahayakan Anda di jalan. Untuk itu, penting bagi setiap pengemudi memahami berbagai tanda minyak rem mobil habis, sehingga masalah dapat terdeteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Tanda Minyak Rem Mobil Habis

Minyak rem tidak seharusnya cepat habis karena sistem rem bekerja dalam kondisi tertutup. Namun, keausan komponen, kebocoran, hingga gaya berkendara ternyata bisa membuat volume minyak rem menurun. Dengan mengenali gejalanya lebih cepat, Anda dapat mengambil tindakan tepat untuk memastikan rem tetap bekerja dengan sempurna. Berikut tanda minyak rem mobil habis yang dapat Anda perhatikan, antara lain:

1. Injakan Pedal Rem Terasa Lebih Dalam

Salah satu tanda minyak rem mobil habis yang paling umum adalah pedal rem yang terasa lebih dalam saat diinjak. Biasanya, pedal rem memiliki jarak injak yang normal dan memberikan resistensi yang tegas. Namun ketika volume minyak rem berkurang, tekanan hidrolik dalam sistem menjadi tidak stabil.

Dampaknya, pedal terasa lebih dalam atau bahkan seperti ada udara yang terjebak di dalam sistem. Kondisi ini sangat berbahaya karena membuat respons pengereman tidak setajam sebelumnya.

2. Rem Menjadi Kurang Pakem

Jika rem mulai terasa kurang responsif atau tidak lagi pakem seperti biasanya, ini merupakan tanda kuat bahwa minyak rem mulai habis. Minyak rem berfungsi untuk menggerakkan komponen hidrolis sehingga Kampas Rem mobil bisa menekan cakram atau tromol dengan maksimal.

Ketika volumenya berkurang, tekanan menjadi lemah dan daya pengereman menurun. Gejala ini sering muncul secara bertahap, sehingga pengemudi baru menyadarinya ketika rem benar-benar terasa tidak pakem.

3. Lampu Indikator ABS Menyala

Lampu ABS menyala bukan hanya menandakan masalah pada sensor ABS. Pada beberapa jenis mobil, indikator ini juga bisa aktif ketika volume minyak rem berada di bawah batas minimum. Sistem akan mendeteksi tekanan hidrolik yang tidak stabil kemudian memberi peringatan kepada pengemudi.

Jika lampu rem atau ABS muncul bersamaan, besar kemungkinan masalah berasal dari volume minyak rem yang rendah atau Kampas Rem yang sudah sangat aus.

4. Ada Cairan Menetes di Dekat Ban atau Bawah Mobil

Kebocoran merupakan penyebab utama minyak rem cepat habis. Jika Anda melihat cairan bening kekuningan atau agak kecoklatan di area sekitar ban atau bagian bawah mobil setelah parkir, ini bisa menjadi tanda kebocoran minyak rem.

Kebocoran dapat terjadi pada selang rem, kaliper, master rem, atau wheel cylinder pada sistem rem tromol. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena kebocoran yang terus terjadi akan membuat rem berpotensi blong sewaktu-waktu.

5. Pedal Rem Bergetar saat Diinjak

Getaran pada pedal rem biasanya muncul karena adanya udara yang masuk ke dalam sistem hidrolik akibat volume minyak rem yang rendah. Ketika udara terperangkap, tekanan hidrolik menjadi tidak stabil dan menyebabkan pedal bergetar saat diinjak. Selain terasa tidak nyaman, kondisi ini bisa membuat pengereman kurang efektif dan membahayakan ketika melakukan pengereman mendadak.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Minyak Rem Hampir Habis?

Minyak rem mobil sebaiknya dicek secara berkala agar sistem pengereman tetap bekerja optimal. Waktu pengecekannya antara lain:

1. Identifikasi Penyebabnya

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menemukan penyebab minyak rem berkurang. Perlu dipahami bahwa gejala seperti pedal rem terasa lebih dalam, rem tidak pakem, hingga pedal bergetar saat diinjak tidak selalu menjadi tanda minyak rem mobil habis. Gejala tersebut bisa juga disebabkan oleh Kampas Rem yang sudah sangat aus. Ketika kampas menipis, piston kaliper akan bergerak lebih jauh untuk menekan kampas ke cakram. Akibatnya, volume minyak rem di reservoir turun dan seolah-olah terlihat habis

Karena itu, Anda harus memastikan apakah masalah berasal dari keausan Kampas Rem atau benar-benar dari minyak rem yang berkurang. Jika kampas masih tebal tetapi tekanan pedal lemah, kemungkinan besar terdapat kebocoran minyak rem atau udara masuk ke dalam sistem. Pemeriksaan menyeluruh sangat penting, terutama pada area selang, kaliper, master rem, dan wheel cylinder.

2. Lakukan Bleeding Rem

Jika ditemukan bahwa kondisi minyak rem benar-benar kurang atau terdapat udara di dalam sistem, langkah yang perlu dilakukan adalah bleeding rem. Proses ini bertujuan untuk mengeluarkan udara dari jalur hidrolik hingga tekanan kembali stabil. Bleeding harus dilakukan dengan urutan yang benar, biasanya dimulai dari roda terjauh dari master rem, seperti roda belakang kanan pada sebagian besar mobil.

Bleeding yang dilakukan secara benar akan mengembalikan kekuatan pengereman, membuat pedal rem kembali kokoh, serta memastikan minyak rem mengalir dengan lancar tanpa gelembung udara. Jika dilakukan di bengkel, proses ini juga biasanya disertai dengan pengecekan kebocoran pada seluruh sistem rem.

3. Gunakan Minyak Rem Berkualitas Tinggi

Setelah bleeding selesai, pastikan untuk mengisi ulang minyak rem dengan produk yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan spesifikasi mobil, seperti DOT3, DOT4, atau DOT5.1. Menggunakan minyak rem berkualitas akan memastikan titik didih yang lebih stabil, tidak mudah menguap saat suhu rem tinggi, dan memiliki daya tahan terhadap oksidasi maupun kontaminasi.

Minyak rem yang bagus tidak hanya menjaga performa pengereman tetap optimal, tetapi juga memperpanjang umur komponen lain seperti kaliper, seal, dan master rem. Hindari mencampur minyak rem berbeda jenis karena dapat merusak sistem hidrolik dan membuat efektifitas pengereman menurun.

chat via whatsapp somuito

© 2025 Somuito. All Rights Reserved.

DEVELOPER: SONY AGSTNSYH