5 Ciri Minyak Rem Mobil Harus Diganti

ciri minyak rem mobil harus diganti

Written by: Shalsabilla Jana | Publish Date: 31 Oktober 2025


Salah satu komponen penting dalam sistem pengereman mobil adalah minyak rem. Berfungsi menyalurkan tekanan dari pedal rem menuju ke kaliper agar mobil bisa berhenti dengan optimal. Sayangnya, banyak pengemudi yang kurang memperhatikan kondisi minyak rem karena dianggap tidak sepenting Kampas Rem mobil.

Padahal, jika kualitasnya menurun, kemampuan rem bisa melemah dan berpotensi membahayakan keselamatan. Maka dari itu, penting untuk mengenali ciri minyak rem mobil harus diganti agar sistem pengereman tetap berfungsi dengan baik setiap saat.

Ciri Minyak Rem Mobil Harus Diganti

Banyak kasus kecelakaan yang disebabkan oleh rem blong bukan karena Kampas Rem yang habis, melainkan akibat minyak rem yang sudah tidak layak pakai. Berikut beberapa ciri minyak rem mobil harus diganti, yaitu:

1. Warna Minyak Rem Berubah Gelap

Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah perubahan warna minyak rem. Saat masih baru, minyak rem biasanya berwarna bening kekuningan. Namun, seiring pemakaian, warnanya bisa berubah menjadi cokelat tua atau bahkan kehitaman. Perubahan warna ini menandakan adanya kotoran, karat, atau kandungan air yang bercampur di dalamnya. Jika dibiarkan, kinerja rem akan menurun karena tekanan hidrolik menjadi tidak stabil. Jadi, ketika warna minyak rem sudah gelap, itu pertanda Anda harus segera menggantinya.

2. Pedal Rem Terasa Lebih Dalam

Ketika minyak rem sudah menurun kualitasnya, tekanan hidrolik yang dihasilkan menjadi lemah. Akibatnya, saat pedal rem diinjak, responsnya terasa lebih dalam dari biasanya atau tidak sepadat sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa minyak rem kehilangan tekanan optimal karena tercampur uap air. Jika dibiarkan, risiko rem blong meningkat terutama saat mobil digunakan di turunan panjang atau dalam kondisi lalu lintas padat.

3. Muncul Indikator ABS di Dashboard

Sebagian mobil modern dilengkapi dengan lampu indikator ABS pada panel dashboard. Lampu ini akan menyala jika volume minyak rem di tabung reservoir berkurang dari batas minimum. Penyebabnya bisa karena kebocoran kecil pada sistem hidrolik atau karena Kampas Rem yang sudah menipis. Namun, jika setelah dicek Kampas Rem masih baik, kemungkinan besar minyak rem sudah menurun kualitasnya dan perlu diganti.

4. Bau Hangus dari Sekitar Roda

Jika Anda mencium bau hangus dari area roda setelah melakukan pengereman berkali-kali, bisa jadi minyak rem sudah menurun kualitasnya. Minyak rem yang sudah lama cenderung memiliki titik didih rendah, sehingga lebih cepat menguap dan menyebabkan panas berlebih di sistem rem. Bau hangus ini menandakan adanya gesekan berlebihan akibat rem bekerja tidak optimal, yang tentu perlu segera ditangani dengan mengganti minyak rem baru.

5. Muncul Karat pada Komponen Rem

Minyak rem yang sudah menyerap air dapat menyebabkan karat pada bagian dalam sistem pengereman, seperti silinder rem atau kaliper. Ketika karat mulai terbentuk, piston kaliper dapat macet dan membuat pengereman menjadi tidak rata. Selain menurunkan performa, hal ini juga bisa mempercepat kerusakan komponen rem lainnya. Jika mekanik menemukan tanda-tanda karat saat servis, sebaiknya lakukan penggantian minyak rem segera.

6. Usia Pemakaian Sudah Lebih dari 2 Tahun

Secara umum, para produsen mobil menyarankan untuk mengganti minyak rem setiap 2 tahun sekali atau setiap jarak tempuh sekitar 40.000 km. Namun, interval ini bisa berbeda tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, serta suhu lingkungan. Jika mobil sering digunakan di daerah pegunungan atau lalu lintas padat yang memaksa pengereman sering dilakukan, penggantian bisa dilakukan lebih cepat. Jangan menunggu munculnya gejala! Lebih baik ganti sesuai jadwal agar performa sistem rem tetap prima.

Dampak Jika Tidak Segera Diganti

Mengabaikan kondisi minyak rem bukan hanya menurunkan kenyamanan, tapi juga berisiko besar terhadap keselamatan. Berikut beberapa dampak yang bisa terjadi jika minyak rem tidak segera diganti:

1. Risiko Rem Blong

Dampak paling berbahaya dari minyak rem yang sudah rusak adalah rem blong. Saat minyak rem terkontaminasi air, titik didihnya menurun drastis. Ketika mobil melakukan pengereman dalam kondisi panas, air di dalam minyak rem akan berubah menjadi uap, menyebabkan tekanan hidrolik hilang. Akibatnya, pedal rem terasa kosong dan rem tidak berfungsi sama sekali.

2. Kerusakan Komponen Sistem Rem

Minyak rem yang kotor atau mengandung air dapat menyebabkan korosi pada bagian dalam sistem pengereman, seperti master silinder, kaliper, dan pipa rem. Karat yang terbentuk dapat menghambat aliran minyak rem dan membuat komponen menjadi macet. Bila sudah begini, perbaikan akan jauh lebih mahal dibandingkan sekadar mengganti minyak rem secara rutin.

3. Performa Pengereman Menurun

Minyak rem yang sudah menurun kualitasnya akan mengurangi kemampuan mobil untuk berhenti secara cepat dan stabil. Saat digunakan dalam situasi darurat, jarak pengereman bisa menjadi lebih panjang, meningkatkan risiko tabrakan. Selain itu, respons pedal rem yang tidak konsisten membuat pengemudi kehilangan rasa percaya diri saat berkendara.

4. Timbul Suara atau Getaran Saat Menginjak Rem

Kualitas minyak rem yang buruk juga dapat menyebabkan udara masuk ke dalam sistem hidrolik. Hal ini bisa menimbulkan suara nyaring atau getaran saat pedal rem ditekan. Meski tampak sepele, gejala ini merupakan tanda bahwa sistem rem sudah tidak bekerja dengan sempurna.

Jangan tunggu hingga muncul tanda-tanda berbahaya seperti rem blong atau bau hangus. Lakukan pemeriksaan rutin setiap servis berkala, dan ganti minyak rem setiap dua tahun atau sesuai rekomendasi pabrikan. Gunakan minyak rem berkualitas tinggi dan periksakan juga kondisi Kampas Rem mobil Anda agar performanya maksimal.

Pesan Kampas Rem Somuito melalui dealer resmi PT. Anugerah Idealestari. Kami memiliki jaringan cabang yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, hingga Makassar. Cek daftar distributor Kampas Rem mobil terdekat dengan lokasi Anda, atau klik banner di bawah ini untuk menghubungi Customer Service Somuito

chat via whatsapp somuito

© 2025 Somuito. All Rights Reserved.

DEVELOPER: SONY AGSTNSYH